SMP NEGERI 1 NGADILUWIH
SMP NEGERI 1 NGADILUWIH Unggul dalam Prestasi, Berkarakter & Berbudaya Lingkungan
Halaman Resmi

Kewirausahaan

0 Dilihat • 03 Oktober 2026

SMP Negeri 1 Ngadiluwih terus berupaya mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta didik melalui program kewirausahaan yang menghadirkan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan. Program ini mencakup pelatihan pembuatan sabun, pembuatan batik eco print, serta pembuatan produk kerajinan dari rajutan tali plastik.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan potensi nilai jual. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali peluang usaha, mengembangkan ide kreatif, serta menumbuhkan sikap mandiri dan inovatif sejak dini.

1. Pelatihan Pembuatan Sabun: Belajar Mengolah Bahan Menjadi Produk Bernilai Guna
Pelatihan pembuatan sabun memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal proses pembuatan produk kebersihan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bimbingan instruktur, siswa mempelajari tahapan pembuatan sabun, pengenalan bahan, penggunaan peralatan, serta pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan selama proses produksi.
Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa sebuah produk tidak hanya dinilai dari manfaatnya, tetapi juga dari kualitas, tampilan, kemasan, dan cara memasarkannya. Siswa diajak memahami bahwa produk sederhana dapat memiliki peluang usaha apabila dibuat dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan ketelitian, kedisiplinan, dan pemahaman dasar mengenai proses produksi yang dapat menjadi bekal dalam berwirausaha.

2. Pelatihan Batik Eco Print: Memadukan Kreativitas dan Kepedulian terhadap Lingkungan
Selain pembuatan sabun, SMPN 1 Ngadiluwih juga mengembangkan kreativitas peserta didik melalui pelatihan pembuatan batik eco print. Teknik ini memanfaatkan bentuk, warna, dan pigmen alami dari daun atau bagian tumbuhan tertentu untuk menghasilkan motif pada kain.
Dalam kegiatan ini, siswa berkesempatan mengeksplorasi berbagai bentuk daun dan menyusun komposisi motif sesuai kreativitas masing-masing. Proses tersebut mengajarkan bahwa bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang unik dan menarik.
Batik eco print juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya mengenal potensi alam, menghargai proses berkarya, serta mengembangkan produk kreatif yang memiliki daya tarik tersendiri. Hasil karya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti kain hias, tas, syal, atau aksesori lainnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin terampil dalam berkreasi sekaligus memiliki kepedulian terhadap pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

3. Pelatihan Kerajinan Rajutan Tali Plastik: Mengubah Bahan Sederhana Menjadi Produk Kreatif
Kegiatan berikutnya adalah pelatihan pembuatan produk dari rajutan tali plastik. Pelatihan ini mengajak peserta didik mempelajari teknik dasar merajut dan mengolah tali plastik menjadi kerajinan yang menarik serta bermanfaat.
Dengan ketekunan dan kreativitas, tali plastik dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti tas, keranjang, tempat penyimpanan, dan aksesori lainnya. Kegiatan ini melatih koordinasi tangan, kesabaran, ketelitian, serta kemampuan siswa dalam mengikuti pola dan menyelesaikan sebuah karya.
Dari sisi kewirausahaan, siswa dapat belajar mengenali fungsi produk, menentukan desain, memperhatikan kualitas hasil kerajinan, dan mempertimbangkan peluang pemasaran. Mereka juga diajak memahami pentingnya menggunakan bahan secara bertanggung jawab serta mengelola sisa bahan agar tidak menambah sampah secara berlebihan.
Pelatihan ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi modal untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi.

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

Ketiga kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang saling melengkapi. Pelatihan pembuatan sabun memperkenalkan proses produksi, batik eco print mengembangkan kreativitas berbasis alam, sedangkan kerajinan rajutan tali plastik melatih keterampilan tangan dan pengolahan bahan menjadi produk bernilai guna.
Melalui program kewirausahaan ini, peserta didik didorong untuk mengembangkan berbagai karakter positif, antara lain:
-Kreatif dan inovatif, melalui penciptaan produk dengan ide dan desain yang beragam.
-Mandiri dan bertanggung jawab, dengan menyelesaikan proses pembuatan produk secara teliti.
-Tekun dan disiplin, melalui praktik yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
-Mampu bekerja sama, dengan saling berbagi ide, membantu teman, dan berdiskusi selama kegiatan.
-Memiliki jiwa kewirausahaan, dengan mengenali kebutuhan masyarakat, potensi produk, serta peluang usaha.
-Pembelajaran kewirausahaan juga dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pengenalan perencanaan biaya produksi, penentuan harga jual, pembuatan kemasan, promosi, dan evaluasi kualitas produk. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar membuat barang, tetapi juga memahami tahapan dasar dalam membangun sebuah usaha.

Mendorong Kreativitas dan Kemandirian Peserta Didik

Program kewirausahaan SMPN 1 Ngadiluwih merupakan bentuk pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan praktis. Pengalaman mengikuti pelatihan diharapkan dapat membantu siswa mengenali minat dan bakat, berani mencoba hal baru, serta memahami bahwa peluang usaha dapat berawal dari keterampilan sederhana yang dikembangkan secara konsisten.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menghargai proses, mengembangkan potensi diri, dan membangun pola pikir yang terbuka terhadap peluang di masa depan.
Dengan adanya program ini, SMPN 1 Ngadiluwih diharapkan terus menjadi lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang kreatif, terampil, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan.

Dokumentasi & Galeri Foto Halaman